Jakarta, KompasOtomotif – Jangan sepelekan Toyota All-New Yaris berkelir hitam ini, apalagi jika Anda bertemu di Bandung. Tampilan luar murni standar, kecuali pelek palang lima jari-jari warna emas. Tapi jangan coba-coba diajak adu kebut, sebab di balik kap terpasang mesin bertenaga dahsyat bahkan melebihi performa Toyota 86.

Sang pemilik yang berinisial WH - enggan dipubilkasi - tak sungkan menjelaskan apa saja rahasia jantung pacu yang mampu menyemburkan daya 260 tk. Semua dimulai dari keputusan membeli Yaris putih bertransmisi otomatis untuk sang istri, namun ternyata godaan hatchback tertinggi Toyota di Indonesia ini sulit dibekap.

“Saya udah coba eh ternyata enak, handling-nya enak tapi tenaganya masih kurang. Dari situ kepikiran buat jadi proyek saya,” katanya. Tidak berapa lama, mesin 1NZ-FE Yaris sudah dicangkok turbo TD-04 berikut modifikasi pada injektor, penambahan piggyback, plus setelan ECU. Total hasil lonjakan tenaga mencapai 165 tk.

Febri ArdaniAll-New Yaris makin beringas dengan tambahan komponen turbo.
Namun itu semua ternyata belum cukup memuaskan, menurut WH, salah satu faktor penghambat tenaga riskan bila diangkat lebih tinggi adalah transmisi matik. “Hasilnya sudah lebih enak, tapi saya pikir lagi kalau ditembusin di atas 200 tk bakal lebih enak lagi. Saya cari-cari informasi di forum, disebutkan transmisi matik bisa kalah. Makanya beli lagi Yaris manual,” ungkap WH.

Pesanan All-New Yaris manual tak sempat menyentuh rumah, daridealer langsung menuju bengkel agar langsung digarap sesuai keinginan. “Turbo dicopot, ‘keong’nya doang yang dipakai dari matik ke manual. Piping-nya ganti, downpipe bikin sendiri. Kebanyakan sisanya saya pasang sendiri,” kata WH yang mengaku insinyur di bidang otomotif ini.

Febri ArdaniSalah satu ventilasi AC diganti indikator performa mesin.
Performa makin canggih sebab dijejali produk kompetisi TRD seperti pada kopling dan penambahan limited slip differential. Menurut WH dengan spesifikasi sekarang sudah bikin “pede” dibawa keliling trek Sentul, meski begitu perlu ditambahkan peranti keselamatan.
Ga takut maen kotor, ga takut kecepatan. Makin kenceng makin seneng. Saya sudah punya semua hatchback, mobil lain komponennya susah. Cuma Yaris yang gampang dicari,” tukas WH. 

Baca juga postingan lainnya:

- Pentingnya Merawat Blog / Website

- Bandung, Tempat Yang Penuh Dengan Cerita

 
Febri ArdaniAll-New Yaris dengan tambahan Turbo dan modifikasi mesin lainnya membuat tenaga melonjak dari standar 107 tk menjadi 206 tk.
Read More
Jakarta, KompasOtomotif – Desain mobil baru yang beredar di Indonesia kini banyak mengaplikasikan daytime running lights (DRL) alias “lampu siang” sebagai bantuan deteksi keberadaan kendaraan oleh pengguna lalu lintas lain. Meski begitu di Indonesia belum ada aturan yang menyatakan lampu siang wajib digunakan untuk roda empat atau lebih.

Lampu siang pada kendaraan dapat membantu meningkatkan reaksi pejalan kaki, sepeda motor, mobil, dan kendaraan lainnya untuk menakar estimasi kecepatan dan jarak. Penggunaan lampu siang pertama kali dilakukan di Finlandia pada 1972, setelah itu lima tahun kemudian Swedia menyusul.

Pada 1990-an negara Eropa lainnya seperti Denmark, Hungaria, dan Kanada mulai ikut menerapkan lampu siang pada kendaraan. Alasan utama penggunaan lampu siang di negara-negara itu sebab kurangnya penerangan alami oleh sinar matahari.

Di Indonesia, kewajiban menyalakan lampu pada siang hari hanya berlaku pada sepeda motor sesuai dengan pasal 107 Undang-Undang No.22 Tahn 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Inilah yang menjadi penyebab lampu besar pada sepeda motor baru selalu menyala dan tidak punya saklar on/off.

Menurut Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bakharuddin Muhammad Syah hingga saat ini belum ada ketentuan mobil penumpang ataupun komersial wajib menyalakan lampu pada siang hari. Meski begitu revisi Undang-Undang bisa saja menyesuaikan bila hasil pantauan di lapangan mengurai hasil positif.  

“Ini belum. Di Indonesia secara aturan belum ada pasalnya. Nanti kalau ada revisi undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan memungkinkan sekali, kita kan menyesuaikan. Kita melihat kalau luar negeri kan cuaca memengaruhi, kita kan kaya akan sinar matahari,” jelas Bakharuddin, di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Maklum?
Di jalanan Ibu Kota banyak mobil Eropa ataupun Jepang menyalakan DRL, masih ditambah lagi mobil kelahiran lama yang memakai tambahan produk aftermarket DRL. Karena belum ada peraturan lalu-lintas yang mengikat, kelakuan seperti ini tidak jelas apakah dilarang atau diperbolehkan. Kenyataan di lapangan justru terlihat seperti dimaklumkan.

Meski begitu otoritas resmi mendukung pemakaian lampu siang untuk truk pengangkut material berbahaya, seperti yang baru saja dilakukan Shell Indonesia pada seluruh kendaraan operasional mereka. Pengguna lalu lintas dirasa wajib lebih menyadari keberadaan truk dengan potensi bahaya bila beredar di jalanan.

Ahmad Yani, Kasubdit Promosi dan Kemitraan Keselamatan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat mengatakan dalam hitungan enam bulan sejak truk Shell sudah diwajibkan memakai lampu siang, akan ada evaluasi efektivitas. Bisa jadi seluruh truk pengangkut bahan bakar ataupun material lainnya wajib menyalakan lampu pada siang hari.
Read More

Palembang, KompasOtomotif – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kembali menggelar ajang lomba irit "Mitsubishi Mirage Eco Fun Drive", kali ini merambah kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/12/2014).

Ajang pembuktian seberapa irit city car andalan KTB itu merupakan yang kelima sejak diselenggarakan tahun lalu setelah Jakarta, Makassar, Semarang, dan Lampung. Saat ini, acara serupa juga diselenggarakan serentak di Yogyakarta dan Semarang.

Di Palembang, kegiatan diikuti total 60 peserta pemilik Mirage, melibatkan dua jaringan pemasaran utama yakni PT Lautan Berlian Utama Motor dan PT Berlian Maju Motor.

Peserta terbagi dalam dua kelompok, masing-masing 30 mobil, dilepas dari dua lokasi dealer di Jl. KH Wahid Hasyim dan Jl. Ahmad Yani, Palembang.

"Kami mau membuktikan kalau Mirage memang irit bahan bakar dan cocok bagi mobil keluarga di Palembang," jelas Duljatmono, Operating General Manager KTB di Palembang.

Peserta seluruhnya wajib menyelesaikan tiga titik pemberhentian dengan jarak tempuh total 39,4 km. Rute yang ditempuh cukup beragam, mulai dari jalan halus, rusak, tanjakan, dan turunan.

Sebelum acara berlangsung, seluruh peserta mendapat pelatihan teknik berkendara ”eco” agar bisa memaksimalkan kesempatan. Hasil rata-rata konsumsi BBM dari tiga etape akan dibagi, sehingga mendapat angka ideal konsumsi bahan bakar.

Baca juga postingan lainnya:

- Toyota Yaris Dengan Tenaga Lebih Besar

- Pentingnya Merawat Blog / Website

- Bandung, Tempat Yang Penuh Dengan Cerita

Read More
Dusseldorf, KompasOtomotif - Proses pengambilan gambar untuk film terbaru James Bond yang berjudul Spectre harus tersendat. Pasalnya, sembilan mobil yang disiapkan buat syuting dilaporkan telah dicuri.

Laporan kehilangan tersebut terjadi  hanya beberapa saat setelah nama dan jenis mobil untuk film ke 24 James Bond ini diumumkan. Seperti dilansir Worldcarfans, Minggu (7/12/2014), pencurian tersebut terjadi di Neuss, dekat wilayah Dusseldorf, Jerman.

Sembilan kendaraan itu memang disiapkan khusus untuk pengambilan gambar. Lima unit di antaranya adalah Range Rover Sport, sedangkat empat mobil belum diketahui apa merek atau jenisnya. Dipastikan bahwa sembilan mobil itu sedang disimpan di Training Center Land Rover.

Total kerugian yang dilaporkan sekitar 800.000 euro atau setara dengan Rp 12,08 miliar. Mobil yang dicuri memang bukanlah kendaraan yang dipakai James Bond, melainkan dipersiapkan untuk transportasi menuju suatu tempat di Pegunungan Alpen.

Polisi Jerman dikabarkan belum mampu mendeteksi jejak sementara dari sembilan mobil tersebut. Pihak berwenang itu hanya menyatakan bahwa pencurian ini dilakukan oleh tim spesialis yang profesional.
Read More
Produsen utama mobil Perancis, PSA-Peugeot Citroen dan Renault mengkritisi rencana kebijakan pemerintah setempat untuk menghentikan penjualan mobil bermesin diesel. Perdana Menteri Perancis Manuel Valls, sebelumnya mengatakan akan mengubah semua kebijakkan sebelumnya yang menguntungkan penggunaan mesin diesel.

Tahun depan, Pemerintah Perancis sudah siap memberatkan cukai pembelian atas setiap solar yang dikonsumsi konsumen dan menghapus subsidi pembelian mobil diesel. Valls mengatakan, pemerintah akan secara progresif membenarkan kebijakkan yang mendorong penjualan mobil diesel.

Produsen mobil terbesar di Perancis, PSA Peugeot-Citron menyatakan, kebijakan ini hanya akan melukai tingkat kompetitif merek. "Diesel merupakan teknologi kunci untuk mengurangi gas rumah hijau dan melawan pemanasan iklom global. Pemberatan pajak dan penekanan ini akan menempatkan Perancis tidak diuntungkan ketimbang Jerman," jelas juru bicara PSA pada Automotive News Europe (2/12/2014).

PSA dikenal sebagi pemimpin dalam hal teknologi diesel di Perancis dan salah satu terbesar di Eropa. Dalam puluhan tahun sebelumnya, pemerintah kerap mendorong konsumen untuk lebih memilih mobil diesel karena cukai bahan bakar dan insentif yang banyak.

Tapi, para politisi sekarang memutar balikan kebijakan, didorong karena kampanye hijau yang memprotes kalau emisi mesin diesel merusak kualitas udara di kota-kota besar dan mengakibatkan masalah kesehatan.

PSA dan Renault memastikan, upaya peningkatan cukai pada Solar tidak akan memperbaiki kualitas udara yang ada. "Pajak itu tidak membedakan antara mesin diesel modern dan lawas, jadi sebenarnya tidak ada dampak lingkungannya juga," jelas juru bicara Renault.

Pemerintah berencana menaikan cukai solar lebih besar 4 sen euro sedangkan bensin dinaikan 2 sen euro. Soal insentif pembelian mobil diesel yang mau dicabut, pemerintah belum menjelaskan mekanismenya seperti apa.
Read More